Oleh: asiaexc10dewirusiana | April 23, 2010

Laporan Reporter dalam Siaran Langsung Berita (Live)

             Pada laporan berita secara live, laporan kepada penonton berdasarkan gambar hasil shooting atau rekaman juru kamera langsung dari lokasi kejadian yang muncul di layar televisi monitor.

            Terkait dengan laporan reporter dalam siaran langsung (live), beberapa hal yang perlu diperhatikan adalah:

1.      Dalam mengawali laporannya kepada penonton, reporter perlu menyampaikan salam pembukaan dan menginformasikan inti kegiatan yang sedang sedang berlangsung. Pada bagian pembukaan laporannya, reporter juga perlu menginformasikan kepada penonton tentang siapa saja orang-orang penting yang sudah hadir, baik itu penjabat pemerintah, pengusaha, tokoh masyarakat, dan pihak-pihak yang terkait dengan kegiatan serta berbagai informasi penting lainnya yang akan dilaksanakan dalam acara itu.

2.      Melaporkan sedikit tentang jalannya peristiwa, selanjutnya membiarkan proses kegiatan itu berjalan tanpa perlu dikomentari, karena gambar (media televisi) yang muncul di layar televisi sudah mampu berceritera.

3.      Moment yang paling penting dalam event tersebut perlu dilaporkan agar khalayak dapat lebih memahami apa yang terjadi.

4.      Setelah seluruh rangkaian acara pokok selesai, reporter dapat melakukan wawancara dengan narasumber-narasumber terkait, baik penjabat, pengusaha atau masyarakat tentang tanggapan mereka terkait event yang baru saja berlangsung.

5.      Reporter menyampaikan laporan penutup dan diakhiri dengan menyebut nama-nama jabatan mereka dalam acara itu, seperti siapa yang bertindak sebagai producer, pengarah teknik, pengarah Acara, kerabat lainnya dan diri reporter sendiri yang menyampaikan laporan dalam siaran langsung.

6.      Untuk media televisi, reporter melakukan koordinasi dengan juru kamera apabila menginginkan gambar tambahan diluar objek liputan utama. Apabila dianggap perlu untuk menambah gambar di luar objek liputan utama untuk menambah kedalaman informasi, maka diperlukan pengambilan gambar tambahan di tempat lain. Misalnya kegiatan utama yang menjadi objek liputan adalah pelantikan Wali kota Surabaya, pada saat di wawancarai wartawan ia bertekat menertibkan semua pedagang kaki lima di kota Surabaya, maka berita yang diliput akan menjadi lebih menarik bila ditampilkan pula informasi tentang pedagang kaki lima yang bertebaran di pinggir-pinggir jalan di kota Surabaya.

7.      Untuk media televisi, apabila gambar di lapangan tidak cukup, dapat menggunakan gambar dari dokumen; pada stasiun-stasun televisi umumnya dilakukan dokumentasi hasil liputan berita atau dokumentasi hasil liputan berita atau dokumentasi acara-acara lain. Apabila gambar di lapangan belum cukup maka dapat diambilkan dari dokumentasi. 

Daftar Pustaka:

To Be A Journalist , Menjadi Jurnalis TV, Radio dan Surat Kabar yang Profesional, Jani Yosef, Graha Ilmu, Yogyakarta, 2009


Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Kategori

Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.

%d bloggers like this: