Oleh: asiaexc10dewirusiana | Juli 13, 2010

Format Berita TV (1)

Sebelum menulis berita dari bahan-bahan berita yang telah terkumpul, reporter TV harus memahami terlebih dahulu format penulisan berita TV. Format penulisan berita TV sangat berbeda dengan surat kabar, majalah maupun radio. Menarik tidaknya sebuah berita TV sangat tergantung pada penentuan format.
Format berita TV dapat ditetapkan sesuai dengan bahan yang diperoleh. Reporter tidak dapat menentukan format secara sembarangan. Ada batasan yang dapat dijadikan acuan untuk menentukan sebuah format sesuai bahan berita yang diperoleh. Secara umum format berita dapat disajikan sebagai berikut:

A. Reader
Reader adalah format berita TV yang paling sederhana. Reporter cukup menuliskan lead in/teras berita saja untuk dibacakan oleh presenter atau penyiar berita. Berita ini sama sekali tidak memiliki gambar. Berita ini dibuat karena diperoleh menjelang deadline atau ketika program berita tengah mengudara.
Berita ini dapat ditulis dengan ketentuan:
1. Memiliki nilai berita penting
2. Sudah dicek kebenarannya
3. Gambar belum tersedia
4. Peristiwa terjadi menjelang atau saat program berita tengah mengudara
5. Beritanya dapat berhubungan dan tidak berhubungan dengan berita yang tengah ditayangkan.
6. Durasi maksimal 30 detik.

B. Voice Over
Voice over adalah format beruta TV yang lead in dan tubuh beritanya dibacakan penyiar seluruhnya. Sementara penyiar tengah membacakan isi tubuh berita, gambar pun menyertainya sesuai konteks naskah. Atmosphere sound yang terekam dalam gambar dapat dihilangkah atau dimunculkan bila memang dapat membangun suasana peristiwa.
Sebelum menulis berita ini, Anda harus terlebih dahulu melihat gambar yang tersedia dan mencatat gambar-gambar yang diperlukan. Sebab gambar yang diambil seorang juru kamera biasanya panjang, sementara Anda hanya memerlukan gambar beberapa detik saja. Ukurlah waktu gambar yang dapat Anda gunakan dan baru tulis berita sesuai gambar yang tersedia, sehingga berita yang Anda sajikan selaras dengan gambarnya.
Berita ini dapat disajikan dengan ketentuan:
1. Memiliki nilai berita
2. Data yang tersedia terbatas
3. Gambar yang tersedia datar dan kurang dramatis
4. Durasi 20-30 detik.

Berikut contoh beritanya:

C. VO-Grafik
VO-Grafik adalah format berita televisi yang lead in dan isi beritanya seluruhnya dibacakan penyiarnya. Ketika penyiar membacakan tubuh berita, gambar pendukungnya hanya berupa grafik dan tulisan. Tidak ada sama sekali gambar peristiwa, karena saat berita ini dibuat peristiwanya tengah berlangsung dan redaksi belum meneria kiriman gambarnya.
Format Berita ini disusun dengan ketentuan:
1. Memiliki nilai berita besar
2. Gambar belum tersedia
3. Memiliki data yang cukup
4. Durasi maksimal 20 detik.

Daftar Pustaka:
Drs. Arifin S. Harahap. Jurnalistis Televisi, Teknik Memburu dan Menulis Berita. PT. Indeks. Jakarta. 2007.

About these ads

Berikan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Kategori

Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.

%d blogger menyukai ini: