Oleh: asiaexc10dewirusiana | April 3, 2010

Menjadi Anchor

            Penyiar berita atau anchor, newscaster atau newsreader adalah mereka yang membawakan siaran berita. Namun, tugas-tugas mereka sebenarnya memiliki perbedaan antara satu dengan yang lain.

            Anchor dalam bahasa Indonesia “telangkai” adalah penyiar berita  yang hanya merangkai dari satu topik berita ke topik berita yang lain dengan membacakan leads atau teras berita, dari masing-masing berita tersebut. Sedangkan isi selengkapnya dilaporkan oleh reporter.

            Istilah anchor seringkali juga disebut dengan newscaster, tetapi newscaster sebenarnya adalah mereka yang melakukan tugas meliput berita, mengolah dan menyajikannya sendiri pada saat jam-jam berita yang ia pandu secara rutin.

            Sementara itu, newsreader bertugas hanya membacakan berita dari hasil liputan para reporter yang telah dirangkum oleh para redaktur. Ia boleh menambah atau mengurangi kalimat yang akan ia bacakan, sejauh hal tersebut disetujui oleh redaktur berita, karena isi buletin berita adalah tanggung jawab produser berita yang dibantu para redaktur.

            Walaupun penyiar berita bertugas membaca naskah berita yang telah disediakan redaktur. tetapi ia bukan sekedar membaca tetapi menuturkan, menyampaikan atau menyajikan berita sehingga harus mampu meyakinkan pemirsa.

            Tugas penyiar adalah menyajikan laporan berita dan menyampaikan laporan reporter serta sebagai titik sentral daam siaran berita. Posisi penyiar ini utamanya adalah sebagai tuan rumah yang dijadwalkan secara reguler dalam siaran berita, melaporkan beberapa beruta utama, membuat pengantar (lead) untuk berita-berita yang lain, serta seputar aktivitas penyiaran lainnya.

            Orang yang menduduki posisi penyiar semacam  ini harus memiliki suatu daya tarik yang luar biasa bagi pemirsa. Mampu berbicara dengan pemirsa melalui kamera, agar dapat memberikan kepuasan dan mewakili mereka.

           Seorang penyiar harus memiliki pemahaman secara keseluruhan terhadap perkembangan dari berita-berita lokal yang terjadi, termasuk berita nasional bahkan juga berita internasional. Ia hendaknya juga dapat mengidentifikasi trend dan peristiwa-peristiwa penting, menganalisis dan menginterpretasikannya untuk kemudian disuguhkan kepada penonton.

            Seorang penyiar memiliki elemen yang paling penting. Seseorang yang mempunyai daya tarik dan memiliki popularitas tinggi di masyarakat akan menambah jumlah penonton stasiun televisi tersebut.

            Sebagai anchor person, ia juga harus mengambil bagian dalam menentukan urutan item berita dan isi siaran berita, selain mengisi suara dalam paket  berita (voice over) untuk peristiwa tertentu. Kadang-kadang ia perlu untuk melakukan interview di studio atau luar studio, bahkan menjadi pemandu dalam acara dokumenter dan laporan berita khusus.

            Menurut RM Hartoko, untuk menjadi penyiar TV yang baik diperlukan kepribadian yang tepat. Ia menyebutkan beberapa prasyarat untuk menjadi penyiar yang baik, yakni:

1. Penampilan yang baik dan perlu didukung pula oleh watak dan pengalaman.

2. Kecerdasan pikiran, yang meliputi pengetahuan umum, penguasaan bahasa, daya penyesuaian dan daya ingatan yang kuat, sehingga mampu membawakan announcement di depan kamera dengan enak dan jelas, tanpa membaca dan kalau perlu semua dihafal dan dilatih sendiri sesempatnya dalam menit-menit sebelum tampil.

3. Keramahan yang tidak berlebihan sampai over friendly yang dapat menjengkelkan dan menjadi tidak wajar.

4. Jenis suara yang tepat dengan warna suara yang enak, menyenangkan untuk didengar, dan memiliki wibawa yang cukup mantap, yaitu suara yang menimbulkan kepercayaan, meyakinkan bagi yang mendengarnya, sehingga membuat pemirsa memperhatikan apa yang dikatakan.

            Sementara menurut Boyd (1990), seorang penyiar berita (newscasters/anchor) harus memiliki:

1. Otoritas

2. Kredibilitas

3. Kejelasan dan kejernihan suara

4. Komunikatif

5. Kepribadian kuat

6. Profesionalitas yang tinggi

7. Penampilan dan volume suara yang prima.

            Berbeda dengan RM Hartoko, Habib Bari (mantan Kepala Seksi Siaran Televisi Stasiun Bandung) menyebutkan beberapa syarat menjadi penyiar TV, yaitu:

1. Sehat jasmani/tidak cacat tubuh (terutama untuk penyiar TV dab MC)

2. Sehat rohani (tidak terganggu jiwanya)

3. Berintelegensi tinggi

4. Berpenampilan simpatik

5. Mampu berbicara dengan jelas dan baik

6. Bersuara (voice) yang menarik

7. Berpengetahuan luas, baik pengetahuan umum maupun bahasa

8. Sabar tetapi cekatan dan lincah

9. Berwawasan luas

10. Memiliki rasa humor yang tinggi

11. Cepat dapat menyesuaikan diri dengan keadaan

12. Teguh

13. Disiplin

14. Kaya imajinasi

15. Jujur/tulus (sincere).

            Begitu banyak hal yang harus dimiliki seorang anchor untuk menjadi seorang penyiar profesional. Bahkan, pada saat bertugas, anchor juga dituntut untuk berwajah ceria, gembira, optimis, segar dan rapih walaupun ia sendiri sedang dalam keadaan sedih, pesimis atau bermasalah. Sebaliknya, meskipun ia dalam keadaan gembira, pada saat menyampaikan berita duka, musibah dan sejenisnya, ia harus tampil dengan wajah tenang, menaruh simpati, dan memberikan rasa terhibur.

           Sikap dan perbuatan itu mungkin jauh di luar kondisi yang sesungguhnya. Namun, hal tersebutlah yang menjadi tugas seorang anchor untuk dapat menyampaikan berita dengan baik dan dapat meyakinkan pemirsanya dan membuat penonton tetap menyaksikan acara yang dibawakannya.

Daftar Pustaka:

Jurnalistik Televisi, Menjadi Reporter Profesional, Deddy Iskandar Muda, PT Remaja Rosdakarya Bandung, 2003

Jurnalistik Televisi, Teori dan Praktik, Askurifai Baskin, Simbiosa Rekatama Media, Bandung, 2006.


Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Kategori

%d blogger menyukai ini: