Oleh: asiaexc10dewirusiana | April 9, 2010

Melakukan Stand Up

Reporter stand up, seperti yang dilakukan oleh reporter dalam video diatas, dapat dipastikan bagi mereka yang belum terbiasa, bahkan bagi yang sudah berpengalaman sering melakukan kesalahan ketika melakukan stand up, sehingga pengambilan gambar kerap diulang-ulang sampai tercapai penampilan yang paling baik. Kesalahan dapat berupa kesalahan dalam ucapan kata-kata atau kesalahan gerak, mimik atau bahasa tubuh yang kurang baik. Namun, latihan yang terus menerus akan mempebaiki penampilan reporter ketika melakukan stand up.

Kesalahan ketika melakukan stand up masih dapat ditoleransi dalam batas reporter membuat paket berita yang direkam untuk paket disiarkan kemudian. Dalam paket berita, pengambilan gambar stand-up dapat diulang ketika terjadi kesalahan hingga semuanya berjalan mulus. Namun, hal ini tidak dapat dilakukan dalam siaran langsung. Ketika reporter berdiri di depan kamera untuk laporan berita secara langsung maka ia tidak boleh melakukan kesalahan. Seorang reporter harus dapat melatih kemampuannya berbicara di depan kamera ketika membuat paket berita dengan unsur stand up di dalamnya, Jika reporter telah terbiasa maka ia dapat dipercaya untuk stand up dalam siaran langsung.  

Reporter harus mempersiapkan diri secara prima untuk melakukan stand up. Berikut beberapa tips yang perlu diperhatikan :

  1. Cek peralatan syuting (Kamera, mic, kabel, lampu) sebelum melakukan stand up.
  2. Jika peralatan sudah siap, siapkan fisik dan mental Anda. Termasuk busana yang Anda kenakan. Jangan sampai terlihat norak atau tidak enak dipandang.
  3. Pilihlah lokasi yang memungkinkan juru kamera leluasa mengambil gambar, termasuk soal penerangan dan gerakan kamera.
  4. Aturlah komposisi yang pas dengan cara tetap memperlihatkan latar belakang lokasi kejadian.  Untuk mendapatkan komposisi yang baik maka gunakan frame knee shot (KS) agar background tetap terlihat pemirsa. Atau bisa juga dengan long shot.
  5. Reporter tidak harus ditempatkan tengah, tapi sesuaikan dengan background lokasi kejadian.
  6. Buatlah catatan kecil sebagai pointer pada secarik kertas, yang memuat hal-hal yang sangat penting.
  7. Jika kamera sudah on, maka mata harus selalu melihat lensa kamera. Lensa merupakan wakil mata penonton, kalau sampai melenceng maka stand up gagal karena memutuskan kontak mata dengan pemirsa.
  8. Konsentrasi merupakan hal penting. Jika pikiran sudah beralih memikirkan lainnya, bisa dipastikan stand up Anda gagal. Jadi tetaplah konsentrasi untuk kesempurnaan reportase Anda.
  9. Anda tidak boleh terpaku seperti patung. Gunakan gesture tubuh, atau bila perlu Anda bisa berjalan-jalan untuk mendeskripsikan suatu kejadian atau lokasi suatu peristiwa.
  10. Aturlan suara sebaik mungkin. Jangan gagap, usahakan tetap lancar dan jelas pengucapannya. Jika kondisi lingkungan bising maka usahakan suara diperkeras. Untuk itu biasanya juru kamera menggunakan headphone untuk mengecek kejelasan dan keras lembutnya suara.
  11. Tutuplah laporan Anda sesuai dengan jenis berita yang dilaporkan. Jika melaporkan hal-hal sedih maka tutuplah dengan suara dan mimik muka ikut prihatin. Sebaiknya jika melaporkan hal-hal yang menggembirakan sunggingkan senyum ketika menutup laporan.

 

 

Daftar Pustaka:

Jurnalistik Televisi, Teori dan Praktek, Askurifai Baksin, Simbioasa Rekatama Media, Bandung, 2006

Jurnalistik Televisi Mutakhir, Morissan, M.A., Kencana, Jakarta, 2008

 


Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Kategori

%d blogger menyukai ini: