Oleh: asiaexc10dewirusiana | April 9, 2010

Menjadi Reporter

Stasiun televisi membutuhkan wartawan atau reporter televisi untuk program beritanya. Profesi sebagai reporter tidak diperuntukan bagi mereka yang berjiwa lemah. Pekerjaan ini membutuhkan stamina yang baik serta motivasi yang tinggi. Seorang reporter TV harus memiliki kegigihan dalam mengejar berita, mau bekerja keras, bersedia masuk kantor pada hari libur dan siap setiap saat ke lokasi liputan. Jadi, profesi ini tidak cocok bagi orang yang bermental pegawai kantoran dengan jadwal kerja yang teratur, masuk kantor jam 8 pagi dan pulang jam 5 sore.

Reporter bekerja secara cepat mengumpulkan informasi, menentukan lead berita dan melaporkannya, baik secara langsung (live) atau direkam dalam bentuk paket yang akan disiarkan kemudian.

Perkembangan teknologi yang cepat dalam pengiriman gambar dan suara (electronic news-gathering tecniques) mengharuskan reporter untuk bekerja lebih cepat pula. Reporter harus harus cepat berangkat ke lokasi liputan, mengumpulkan informasi di lapangan dan melaporkannya langsung di depan kamera. Dalam hal ini reporter yang memiliki ingatan yang kuat dan dapat langsung tampil on air, berbicara lancar dan teratur di depan kamera meskipun tanpa persiapan yang cukup, harus mendapatkan kredit point tersendiri.

Seorang reporter terkadang meliput berita-berita kriminal atau bencana dana harus mengunjungi lokasi musibah atau tempat terjadinya tindak kejahatan. Lokasi seperti ini terkadang dipenuhi dengan mayat yang berserakan dan darah yang berceceran. Dalam hal ini reporter harus memiliki emosi dan psikis yang stabil sehingga ia dapat menghadapi semua itu dan dapat melaporkannya. Seorang reporter tidak boleh bersikap emosional yang mudah terbawa perasaan karena menyaksikan situasi dimana ia berada. Reporter dituntut untuk tetap obyektif dan berpikir jernih apapun situasi yang tengah dihadapinya.

Reporter televisi terkadang juga ditempatkan di suatu pos tertentu untuk liputannya, misalnya kantor polisi, pemerintah daerah, pengadilan dan lokasi atau tempat lain. Reporter lainnya ditugaskan khusus meliput berita-berita yang terkait dengan kesehatan, ekonomi, olahraga, ilmu pengetahuan dan lain-lain. Semuanya merupakan liputan dari peristiwa yang langsung jadi (on-the-spot news coverage). Namun beberapa wartawan ditugaskan untuk melakukan investigative reporting yang biasanya membutuhkan waktu beberapa hari atau beberapa minggu untuk mengumpulkan informasi tergantung topik yang dibahas. Tugas penyelidikan semacam ini terkadang dapat menimbulkan bahaya.

Dalam video laporan reporter di bawah laut diatas, dapat dilihat bagaimana keahlian reporter. Ia dapat ditempatkan dimana saja untuk meliput. Sebagai seorang profesional, reporter harus dapat melaporkan apapun kejadian, dimanapun dan dalam kondisi apapun. Sebisa mungkin reporter mendapatkan, menghasilkan dan melaporkan berita terbaik, bahkan jika itu di daerah konflik.

Di bawah laut itu reporter juga berperan untuk mengarahkan kameramen untuk mengambil gambar apa saja dan dari angle mana sehingga sesuai dengan apa yang akan dilaporkan dan kameramen mendapatkan semua gambar yang dibutuhkan untuk mengilustrasikan berita yang akan disajikan.

Daftar Pustaka:

Jurnalistik Televisi Mutakhir, Morissan, M.A, Kencana, Jakarta, 2008


Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Kategori

%d blogger menyukai ini: