Oleh: asiaexc10dewirusiana | April 9, 2010

Reporter TV

Reporter adalah sebutan bagi salah satu profesi yang digunakan dalam bisnis media massa. Sebutan ini di Indonesia lebih dispesifikasikan untuk radio dan televisi. Sedangkan bagi media massa cetak cenderung menggunakan sebutan wartawan. Kedua-duanya dapat saja dipakai, karena ruang lingkup tugasnya secara umum adalah sama. Kadang-kadang orang juga menyebut kedudukan tersebut sebagai koresponden jika para reporter tersebut ditugaskan secara permanen di luar kota, baik di dalam suatu negara yang sama atau di luar negeri. Sedangkan sebutan reporter diberikan kepada mereka yang berada di kota tempat stasiun televisi bersangkutan beroperasi.

Di dunia televisi, dalam bekerja seorang reporter tidak seorang diri, ia paling tidak disertai seorang juru kamera. Jika tim itu lengkap maka akan juga ikut serta seorang juru suara (soundman) dan juru lampu (lightingman). Di beberapa Negara bahkan kini tengah dikembangkan model “one man news team”, yaitu reporter merangkap juru kamera.

Di televisi Indonesia, seorang reporter televisi sebagai wartawan aktif bertugas mengumpulkan informasi dari berbagai sumber, lalu menyusunnya ke dalam format penulisan berita dan kemudian disiarkan.

Seorang reporter bekerja sebagai jurnalis yang bertugas mengumpulkan berita dari beberapa sumber yang berbeda, mengorganisasikan setiap laporan, dan sewaktu-waktu menuliskan dan melaporkannya melalui stasiun.

Siaran laporan berita yang ia buat bisa dibacakan oleh penyiar pada saat siaran atau ia sendiri yang mengisi suara laporan tersebut. Sedangkan penyiarnya hanya berfungsi menghantarkan kalimat awal (lead/teras berita). Sebagai contoh dapat disaksikan melalui video diatas. Dari studio anchor menghantarkan lead berita yang akan disampaikan oleh reporter, dan selanjutnya reporter secara lengkap menyampaikan informasi dari lokasi kejadian.

Reporter televisi juga berfungsi sebagai produser untuk liputan yang ia lakukan. Ia memimpin liputan tersebut sehingga ia harus dapat mengarahkan juru kamera tentang gambar apa yang ia butuhkan untuk melengkapi laporan beritanya. Jadi, semuda apapun usia seorang reporter, ia adalah pemimpin produksi saat menjalankan tugasnya. Juru kamera, juru suara atau juru lampu yang ada di dalam tim produksi tersebut harus tunduk kepada reporter saat peliputan berita.

Daftar Pustaka:

Jurnalistik Televisi, Menjadi Reporter Profesional, Deddy Iskandar Muda, PT Remaja Rosdakarya Bandung, 2003

Berkarier di Bidang Broadcasting, Drs. Tommy Suprapto, Ms, Media Pressindo, Yogyakarta, 2006”



Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Kategori

%d blogger menyukai ini: