Oleh: asiaexc10dewirusiana | April 16, 2010

Bahasa Jurnalistik TV: Bahasa Formal dan Informal

            Keformalan bahasa jurnalistik TV diukur berdasarkan kategori bahasa lisan (tutur). Bahas formal artinya bahasa tulis yang kaku dan tidak menimbulkan intimacy, kecuali dalam penulisan khas seperti feature. Sementara bahasa informal merupakan bahasa tutur yang memungkinkan terjadinya kontak antara komunikator, dalam hal ini news anchor atau juga reporter dengan komunikan (audience).

Dalam kajian jurnalistik TV sudah pasti harus ada komitmen eye contact (kontak mata) antara reporter dan anchor dengan penonton. Jika kita amati dengan adanya kontak mata maka proses komunikasi yang terjadi saat penyiaran akan lancar dan berhasil guna.

Bagaimana cara mengemas bahasa formal dan informal untuk televisi? Dalam buku “Dasar-Dasar Jurnalistik Radio dan Televisi, JB Wahyudi memberikan gambaran mengenai ragam bahasa siaran. Menurutnya, mengingat salah satu sifat media radio dan televisi ada transitory, yaitu hanya meneruskan isi pesan, yang berarti isi pesan hanya didengar atau dilihat sekilas, maka penyusunan naskah untuk karya jurnalistik harus tepat, ringkas, jelas, sederhana, dan dapat dipercaya (Soren H. Munhoff). Apabila persyaratan ini dipenuhi maka akan tersusun kalimat yang memenuhi formula easy listening, yaitu “susunan kalimat yang kalau diucapkan enak didengar dan mudah dimengerti pada pendengaran pertama” (Fang 1971). Menurut Fang, agar susunan kalimat memenuhi formula easy listening perlu diusahakan tiap kalimat tidak menggunakan lebih dari 20 kata. Di dalam bahasa Inggris, ada ketentuan yang berbunya “three word is one second”, yang artinya “tiga kata dalam bahasa Inggris jika diucapkan akan  memakan waktu satu detik”.

Dalam penggunaan Bahasa Indonesia, ada ketentuan yang mengharuskan untuk baik (sesuai dengan etika yang berlaku) dan benar (sesuai dengan tata bahasa baku). Bahkan, dalam penggunaan Bahasa Indonesia di bidang jurnalistik diberlakukan ketentuan ekonomi kata, yang meniadakan kata-kata mubazir. John Honenberg (1958) menegaskan bahwa “dalam penyusunan naskah karya jurnalistik (berita dan penjelasan masih hangat), pemilihan kata yang tepat dan penggunaan tata bahasa yang benar mutlak adanya”.

Sejauh mana pengertian mubazir ini?

Kata mubazir adalah kata dalam susunan kalimat yang jika dihilangkan tidak akan mengubah makna dari kalimat itu, Contoh:

“Sekian Siaran Berita malam ini, dan pada pukul 21.00 WIB nanti, akan kami sampaikan Siaran Berita Dunia, yang akan disiarkan secara sentral dari Jakarta.”

Susunan kalimat tersebut lebih baik dibaca apabila kata yang diberi tanda tebal dihilangkan menjadi sebagai berikut:

“Sekian Siara Berita. Pada pukul 21.00 kami sampaikan Siaran Berita Dunia secara sentral dari Jakarta.”

Susunan kalimat tersebut meruupakan kalimat yang memenuhi formula easy listening atau easy listening formula (ELF).

Untuk menyusun naskah berita, saran Soren H. Munhoff (The Five Star Approach to News Writing) dan Irving E Fang tentang ELF dan penggunaan kalimat yang tidak lebih dari 20 kata perlu diperhatikan. Jika kedua pendapat itu diperhatikan, sisipan yang disajikan, baik melalui radio maupun televisi akan sampai kepada khalayak dengan jernih dan jelas, sehingga tidak akan menimbulkan pengertian yang berbeda.

             Coba perhatikan penyampaian berita berikut itu, terutama dalam hal penggunaan Bahasa Indonesia yang baik (sesuai dengan etika yang berlaku) dan benar (sesuai dengan tata bahasa baku), serta ketentuan ekonomi kata yang meniadakan kata-kata mubazir.

Daftar Pustaka:

“Jurnalistik Televisi, Teori dan Praktek, Askurifai Baksin, Simbioasa Rekatama Media, Bandung, 2006


Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Kategori

%d blogger menyukai ini: