Oleh: asiaexc10dewirusiana | April 23, 2010

Wawancara TV

            Dalam Oxford Advanced Leaner`s Dictionary, dinyatakan bahwa Interview is a meeting between two people to discuss important matters, atau pertemuan antara dua orang untuk mendiskusikan hal-hal yang penting.

            Dalam kenyataannya wawancara (Interview) tidak hanya dilakukan oleh dua orang tetapi kadang-kadang tiga orang atau lebih. Namun demikian intinya tetap sama, yaitu mendiskusikan hal-hal yang penting bagi banyak orang atau bagi khalayak.

            Wawancara selain mendiskusikan atau bertanya jawab tentang suaty hal yang penting juga sebagai salah satu metode pengumpulan informasi. Apabila wawancara itu dilaksanakan dalam siaran berita atau untuk mendapatkan informasi untuk dijadikan berita disebut dengan wawancara berita (News Interview).

Dalam perkembangannya, wawancara tidak hanya bertujuan untuk mendapatkan informasi melalui tanya jawab antara pewawancara dengan narasumber, tetapi sudah menjadi bagian dari penyajian informasi itu sendiri.

Dengan demikian, yang disebut dengan wawancara adalah, proses kegiatan mendapatkan dan menyajikan informasi penting dalam bentuk tanya jawab antara pewawancara (interviewer)  dengan narasumber (source), atau dengan orang yang diwawancarai (interviewee).

Tahapan wawancara antara lain:

A. Tahapan persiapan

1. Menentukan topik wawancara

2. Menyiapkan pertanyaan-pertanyaan

3. Menghubungi narasumber

B. Tahap pelaksanaan wawancara

1. Menyiapkan pertanyaan-pertanyaan untuk diajukan pada saat wawancara

2. Beberapa saat sebelum wawancara dimulai, pewawancara perlu menciptakan suasana keakraban dengan narasumber, terutama untuk menghilangkan ketegangan yang dialami narasumber

3. Melakukan wawancara yang diawali dengan salam perkenalan kepada narasumber dan mengawali pertanyaan dengan pertanyaan yang mampu menciptakan suasana keakraban, seperti pertanyaan apa kabar, bagaimana perkembangan usaha atau pekerjaan, kemudian baru mulai dengan pertanyaan terkait topik wawancara.

4. Setelah wawancara usai, juga ditutup dengan ucapan terima kasih kepada narasumber, disertai ucapan salam dan terima kasih kepada penonton.

Berikut contoh wawancara televisi yang dilaporkan oleh reporter dari lokasi kejadian:

Daftar Pustaka:

To Be A Journalist, Menjadi Jurnalis TV, Radio dan Surat Kabar yang Profesional, Jani Yosef, Graha Ilmu, Yogyakarta, 2009


Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Kategori

%d blogger menyukai ini: