Oleh: asiaexc10dewirusiana | Juli 13, 2010

Format Berita TV (3)

F. Live on Cam
Live on Cam adalah format berita TV yang pelaporannya langsung dari lapangan atau tempat peristiwa. Sebelum reporter melaporkan peristiwa, penyiar terlebih dahulu membacakan lead in dan kemudian memanggil reporter di lapangan untuk melaporkan hasil liputannya. Pada saat melaporkan peristiwa, reporter terlebih dahulu muncul untuk menjawab panggulan penyiar. Setelah itu, reporter melaporkan peristiwa secara lengkap dan laporannya diinsert atau disisipi gambar/visual yang relevan.
Tidak semua berita dapat dilaporkan secara langsung, harus betul-betul mempertimbangkannya karena siaran langsung memakan biaya besar. Format berita ini dapat disajikan dengan ketentuan sebagai berikut:
1. Memiliki nilai berita yang besar atau luar biasa
2. Peristiwanya masih berlangsung
3. Kalau peristiwanya sudah berlangsung harus ada bukti-bukti yang patut ditunjukkan secara langsung kepada pemirsa
4. Peliputannya terencana
5. Durasi dapat disesuaikan dengan kebutuhan.

Berikut contoh beritanya:

G. Live on Tape (LOT)
Live on Tape adalah format berita yang direkam secara langsung di tempat kejadian, namun siarannya delay atau ditunda. Dengan kata lain, reporter merekam laporannya di tempat peristiwa dan penyiarannya dilakukan kemudian.
Format berita ini dapat disajikan dengan ketentuan sebagai berikut:
1. Memiliki nilai berita
2. Ingin menunjukkan bahwa reporter hadir di tempat peristiwa
3. Tidak mungkin disiarkan secara langsung dengan berbagai pertimbangan tekni dan biaya
4. Aktualitas dapat terjaga sekalipun siarannya tunda
5. Durasi sesuai kebutuhan, tetapi harus lebih singkat disbanding durasi format live on cam.

Berikut contoh beritanya:

H. Vox Pop
Vox pop merupakan kependekan dari vox populi (bahasa latin), yang berarti suara rakyat. Ini bukan format berita, tetapi biasanya digunakan untuk melengkapi format berita yang ada. Kita dapat mengutip reaksi berupa komentar atau harapan masyarakat atas berita tertentu. Misalnya, komentar masyarakat atas kenaikan harga BBM, kenaikan harga bahan pokok, Presiden terpilih, kenaikan tariff listrik dan sebagainya.
Anggota masyarakat yang ditanya hendaknya beragam profesi supaya variatif. Jumlahnya sebaiknya minimal 4 orang dan maksimal 5 orang. Pertanyaan yang diajukan cukup satu dan harus sama pada setiap orang. Misalnya, “Bagaimana pendapat Anda atas kenaikan harga BBM?”. Jika orang yang ditanya beragam profesi maka jawabannya pun akan beragam. Inti jawabannya mungkin ada yang tidak setuju dan mungkin ada yang setuju dengan berbagai alasannya. Cari jawaban mereka yang lucu, lugu dan serius supaya enak didengar dan ditonton. Bila jawaban mereka yang lucu, lugu dan serius supaya enak didengar dan ditonton. Bila jawaban mereka terkesan formal sebaiknya dihindari dan cari lagi orang lain yang dapat memberikan jawaban seperti yang diharapkan.
Durasi vox pop sebaiknya jangan lebih dari satu meniy. Karena itu usahakan supaya jawaban mereka singkat dan langsung pada sasaran.

Daftar Pustaka:
Drs. Arifin S. Harahap. Jurnalistis Televisi, Teknik Memburu dan Menulis Berita. PT. Indeks. Jakarta. 2007.


Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Kategori

%d blogger menyukai ini: